Reta Riayu DiCaprio

Jacques-Yves Cousteau (11 Juni 1910, Saint-André-de-Cubzac, Perancis - 25 Juni 1997, Paris) adalah perwira di AL Perancis, oseanografer, dan peneliti serta anggota Académie française.
Bersama Emile Gagnan ia bertanggung jawab membuka mata manusia pada dunia bawah air. Mereka mencipta alat pernapasan bawah air berdasarkan muatan udara yang dimampatkan dan disimpan dalam tangki yang dikenal sebagai paru-paru air Aqua-lung (SCUBA).

Sebelum ini, penyelam terpaksa mengenakan pakaian yang mempunyai saluran udara yang bersambung dengan permukaan air. Ini membatasi gerak mereka. Aqua-Lung memungkinkan mereka bergerak bebas.

Aqua-Lung telah digunakan oleh pihak Sekutu untuk membersihkan perairan internasional dari periuk api musuh semasa Perang Dunia II. Jacques Costeau juga mereka teknik penggambaran bawah air yang digunakan olehnya untuk menghasilkan film dokumenter mengenai kehidupan di sana. Film-filmnya membuka mata orang banyak mengenai adanya keragaman kehidupan di bawah air.
Reta Riayu DiCaprio

Jack the Ripper (Jack sang Pencabik) adalah julukan untuk tokoh misterius yang melakukan serangkaian pembunuhan berantai dan mutilasi di Inggris pada abad 19.

Pada 31 Agustus 1888 lewat tengah malam, di distrik East End di kota London, Inggris yang dikenal dengan nama Whitechapel (daerah lampu merah di London) pernah dihebohkan dengan aksi pembunuhan berantai sadis terhadap sejumlah wanita tuna susila. Identitas pelaku pembunuhan hingga kini tidak berhasil diungkap. Polisi hanya tahu bahwa sang pembunuh menjuluki dirinya "Jack the Ripper".

Jack The Ripper tidak meninggalkan bukti satu pun dalam tindakan kriminalnya, pola pembunuhannya pun tidak diketahui, bahkan bisa dibilang acak. Satu-satunya persamaan antara korban-korbannya ialah bahwa mereka adalah wanita tuna susila.

Jack The Ripper membunuh korban-korbannya tanpa ampun. Setelah memotong leher korbannya, kemudian Jack The Ripper memutilasi mereka. Bagaikan bayangan di malam hari, tidak ada seorangpun yang dapat menguak siapakah Jack The Ripper sebenarnya. Walaupun Jack The Ripper "hanya" beraksi lebih kurang satu tahun, korbannya sangat banyak dan telah menjadi legenda sampai sekarang.

Ada juga dugaan kalau pelaku adalah seorang dokter atau setidaknya orang yang mempunyai latar belakang pendidikan kedokteran spesialisasi di bidang operasi bedah karena sayatan-sayatan di tubuh korbannya sangat rapi yang hanya bisa dilakukan menggunakan alat-alat operasi kedokteran yang membutuhkan keahlian khusus.

Identitas Jack the Ripper sampai hari ini masih merupakan misteri; para spekulan memprediksi bahwa Jack the Ripper telah menyebrangi Laut Atlantik dan bermukim di AS setelah pembunuhan-pembunuhan tersebut.
Reta Riayu DiCaprio

Diana Frances Mountbatten-Windsor; née Lady Diana Spencer; lahir 1 Juli 1961 – meninggal 31 Agustus 1997 pada umur 36 tahun) merupakan istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II dan juga merupakan pewaris takhta kerajaan Britania Raya dan 15 negara Persemakmuran Inggris. Anak-anak beliau, Pangeran William dan Harry masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga dalam urutan pewarisan takhta tersebut.

Kehidupan awal

Diana Frances Spencer merupakan anak kedua dari Edward John Spencer, yang kemudian menjadi Earl Spencer ke-8, dan istri pertamanya, Frances Spencer, Viscountess Althorp. Diana dilahirkan di Park House, Sandringham, di Norfolk, Inggris, dan dibaptiskan di Gereja Santa Maria Magdalena oleh Pendeta Percy Herbert.

Diana mempunyai latar belakang keluarga kerajaan dan bangsawan. Di sebelah ibunya, Diana mempunyai darah orang Amerika. Moyang Diana merupakan seorang wanita dari keluarga berada dari Amerika, Frances Works. Di sebelah ayahnya, Diana merupakan keturunan langsung Raja Charles II melalui dua anak laki-laki di luar nikah dan meneruskan Raja James II melalui seorang anak perempuannya yang luar nikah. Menurut penyusun biografi Diana, Lady Colin Campbell, moyang kepada moyang Diana, Eliza Kewark (beberapa sumber mengeja nama Kewark sebagai "Kevork" atau "Kevorkian") berasal dari Bombay, India dan kemungkinan keturunan orang India, walaupun keluarga Diana sering mengatakan yang keluarga "Kevork/Kewark" adalah dari Armenia.

Setelah perceraian ibu ayahnya, Diana telah dijaga oleh ayahnya. Dengan kematiannya di sebelah ayah, Albert Spencer pada 1975, Ayah Diana menjadi Earl Spencer ke-8 dan Diana diberi gelar Lady Diana Spencer dan berpindah rumah ketika ia masih menjadi anak-anak di Park House ke rumah keluarga besar mereka di Althorp. Setahun kemudian, ayahnya menikah dengan Raine, Countess Dartmouth, anak perempuan novelis romantis, Barbara Cartland.

Pendidikan

Diana menerima pendidikannya di Riddlesworth Hall di Norfolk dan di West Heath Girls' School, di Sevenoaks, Kent, di mana beliau dianggap sebagai seorang pelajar berprestasi rendah. Diana juga telah gagal dalam pemeriksaan O-levelnya. Pada 1977, sewaktu berusia 16 tahun, Diana meninggalkan sekolah West Heath untuk menuntut di Institut Alpin Videmanette di Switzerland, sebuah sekolah yang menitikberatkan pendidikan budaya dan menyediakan pelajar-pelajarnya untuk aktivitas-aktivitas sosial. Di situ juga, Diana telah berkenalan dengan calon suaminya yang pada masa itu sedang keluar dengan kakaknya, Lady Sarah. Walaupun Diana tidak cemerlang dalam pelajarannya, beliau lebih bagus dalam bidang olahraga dan juga merupakan seorang penyanyi amatir yang baik.

Kehidupan Kerajaan

Di sisi ayahnya, ia adalah keturunan dari Raja Charles II dari Inggris melalui empat anak laki-laki tidak sah:

* Henry Fitzroy, 1st Duke of Grafton, putra oleh Barbara Villiers, 1st Duchess of Cleveland
* Charles Lennox, 1st Duke of Richmond dan Lennox, putra oleh Louise de Kérouaille
* Charles Beauclerk, 1st Duke of St Albans, putra oleh Nell Gwyn
* James Crofts-Scott, 1st Duke of Monmouth, pemimpin sebuah pemberontakan terkenal, putra oleh Lucy Walter

Dia juga seorang keturunan Raja James II dari Inggris melalui putrinya tidak sah, Henrietta FitzJames, oleh majikannya Arabella Churchill. Pada sisi ibunya, Diana Irlandia dan Skotlandia, serta sebagai ahli waris keturunan Amerika Frances Kerja, ibunya nenek dan senama, dari siapa harta yang cukup Roche diturunkan.
Spencer telah dekat dengan Keluarga Kerajaan Inggris selama berabad-abad, meningkat dalam mendukung kerajaan selama tahun 1600-an. Nenek Diana, Ruth, Lady Fermoy, adalah seorang teman lama dan seorang wanita-dalam-menunggu untuk Ratu Elizabeth The Queen Mother. Ayahnya menjabat sebagai equerry kepada Raja George VI dan untuk Ratu Elizabeth II.

Pada bulan Agustus 2009, di New England Historic Genealogical Society diterbitkan Richard K. Evans 's Ancestry of Diana, Princess of Wales, untuk Dua belas Generations.

Dari pernikahannya pada 1981 hingga perceraiannya pada 1996 ia bergelar Her Royal Highness Princess of Wales. Dia Putri Diana umumnya disebut oleh media meskipun tidak memiliki hak untuk kehormatan tertentu, seperti yang dicadangkan untuk seorang putri oleh hak waris daripada perkawinan. Meskipun dia terkenal karena dia merintis kegiatan amal, Putri usaha filantropis yang dibayangi oleh skandal-plagued perkawinan. Pahit nya tuduhan perzinahan, mental, kekejaman dan tekanan emosional kepadanya dikunjungi oleh suaminya terpaku dunia untuk sebagian besar tahun 1990-an, pemijahan biografi, artikel majalah dan film televisi.

Dari saat pertunangannya dengan Pangeran Wales pada tahun 1981 hingga kematiannya dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997, Diana dapat dikatakan sebagai wanita paling terkenal di dunia, unggulan selebriti perempuan dari generasinya: sebuah fashion icon, yang ideal kecantikan feminin, dikagumi dan ditiru bagi dirinya profil tinggi keterlibatan dalam isu-isu AIDS dan kampanye internasional menentang ranjau darat. Selama hidupnya, ia sering disebut sebagai orang yang paling banyak difoto di dunia. Pengagum Baginya, Diana, Princess of Wales adalah model peran - setelah kematiannya, bahkan ada panggilan untuk dia dicalonkan untuk kesucian - sementara sang pengkritik melihat hidupnya sebagai kisah peringatan tentang bagaimana obsesi dengan publikasi pada akhirnya dapat menghancurkan individu.

Kematian

Pada 31 Agustus 1997 Diana meninggal dunia karena kecelakaan mobil yang dikemudikan di jalan terowong Pont de l'Alma di Paris bersama-sama dengan Dodi Al-Fayed dan sopir Henri Paul
Mobil Mercedes-Benz W140 (no pendaftaran 688 LTV75) dikemudikan oleh sopir keselamatan Hôtel Ritz Paris, Henri Paul mengemudi dengan kecepatan tinggi untuk menghindari kejaran para fotografer paparazzi. Analisis darah menunjukkan Henri Paul telah minum alkohol 3 kali lebih dan mengurangi kestabilan sewaktu menyupir. Tetapi teori konspirasi menyatakan sampel darah itu milik orang lain karena biasanya sopir keselamatan dan profesional tidak minum pada malam Diana berada. Henri Paul berhasil melintasi 13 tiang terowong tetapi gagal mengawal mobil selepas itu. Soalnya mengapa di dalam terowong. Terowongan dua tiang itu dibuat tanpa pagar logam. Semua yang berada dalam mobil tidak memakai sabuk pengaman. Anehnya pengawal pribadi Fayed yang bernama Trevor Rees-Jones selamat. Dodi Fayed dan Diana duduk di tempat duduk belakang. Pendarahan dalam berlaku sehingga Dodi dan Henri mati di tempat kejadian, sedangkan dalam 2 jam setelah dioperasi di rumah sakit, Diana mati sekitar jam 4 pagi. Kecelakaan terjadi sekitar jam 1 pagi. Pemakaman diadakan pada 6 September 1997 dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia, ditonton lebih 1.5 miliar penonton di seluruh dunia.

Alasan kematian Diana, berbagai teori konspirasi muncul. Ayah Dodi Fayed ialah Mohamad Fayed seorang pengusaha keturunan Mesir yang memiliki toko mewah Harrods . Banyak teori mengaitkan perisik M16 , CIA dan Mossad terlibat dalam komplotan membunuh putri yang diramalkan akan memeluk Islam dan diramalkan mempunyai anak beragama Islam. Rekaman CCTV tidak menunjukkan tanda-tanda Henri Paul mabuk ketika berjalan keluar menuju mobil mereka. Peguam Michael Shrimpton turut mendukung Henri Paul tidak ada tanda-tanda mabuk atau kesan dadah.

Beberapa fotografer paparazzi tiba di Alma . Mereka terdiri dari Serge Arnal, Christian Martinez ,Stéphane Darmon dan Serge Benhamou. Pada 13 Juli 2006, majalah Chi yang terbit di Italia menyiarkan gambar-gambar putri Diana menerima bantuan oksigen dari petugas paramedik selepas kecelakaan mobil itu. Gambar itu diambil beberapa menit selepas kecelakaan.
Reta Riayu DiCaprio

Pada masa pelayaran Christopher Colombus, ketika melintasi area segitiga Bermuda, salah satu awak kapalnya mengatakan melihat “cahaya aneh berkemilau di cakrawala”. Beberapa orang mengatakan telah mengamati sesuatu seperti meteor. Dalam catatannya ia menulis bahwa peralatan navigasi tidak berfungsi dengan baik selama berada di area tersebut.

Berbagai peristiwa kehilangan di area tersebut pertama kali didokumentasikan pada tahun 1951 oleh E.V.W. Jones dari majalah Associated Press. Jones menulis artikel mengenai peristiwa kehilangan misterius yang menimpa kapal terbang dan laut di area tersebut dan menyebutnya ‘Segitiga Setan’. Hal tersebut diungkit kembali pada tahun berikutnya oleh Fate Magazine dengan artikel yang dibuat George X. Tahun 1964, Vincent Geddis menyebut area tersebut sebagai ‘Segitiga Bermuda yang mematikan’, setelah istilah ‘Segitiga Bermuda’ menjadi istilah yang biasa disebut. Segitiga bermuda merupakan suatu tempat dimana di dasar laut tersebut terdapat sebuah piramid besar mungkin lebih besar dari piramid yang ada di Kairo Mesir. Piramid tersebut mempunyai jarak antara ujung piramid dan permukaan laut sekitar 500 m,di ujung piramid trsebut terdapat dua rongga lubang lebih besar.

Penjelasan beberapa sumber

Berikut adalah penjelasan dari beberapa narasumber yang menyatakan keanehan Segitiga Bermuda bahwa di sana terdapat gas methan, dianggap kapal yang hilang di sana telah melampaui batas kargo, Pangkalan UFO, tempat berkumpulnya para setan golongan Jin (Istana Setan) dan ada yang mengatakan bahwa di sanalah terletak telaga "Air Kehidupan" yang sanggup membuat awet muda dan panjang umur.

Muatan berlebih
Peta tempat-tempat yang mengandung gas methana


Perusahaan asuransi laut Lloyd's of London menyatakan bahwa segitiga bermuda bukanlah lautan yang berbahaya dan sama seperti lautan biasa di seluruh dunia, asalkan tidak membawa angkutan melebihi ketentuan ketika melalui wilayah tersebut. Penjaga pantai mengkonfirmasi keputusan tersebut. Penjelasan tersebut dianggap masuk akal, ditambah dengan sejumlah pengamatan dan penyelidikan kasus.

Gas Methana dan pusaran air

Penjelasan lain dari beberapa peristiwa lenyapnya pesawat terbang dan kapal laut secara misterius adalah adanya gas metana di wilayah perairan tersebut. Teori ini dipublikasikan untuk pertama kali tahun 1981 oleh Badan Penyelidikan Geologi Amerika Serikat. Teori ini berhasil diuji coba di laboratorium dan hasilnya memuaskan beberapa orang tentang penjelasan yang masuk akal seputar misteri lenyapnya pesawat-pesawat dan kapal laut yang melintas di wilayah tersebut.

Menurut Bill Dillon dari U.S Geological Survey, air bercahaya putih itulah penyebabnya. Didaerah segitiga maut Bermuda, tapi juga di beberapa daerah lain sepanjang tepi pesisir benua, terdapat "tambang metana". tambang ini terbentuk kalau gas metana menumpuk di bawah dasar laut yg tak dapat ditembusnya. Gas ini dapat lolos tiba2 kalau dasar laut retak. Lolosnya tdk kepalang tangung. Dengan kekuatan yg luar biasa, tumpukan gas itu menyembur ke permukaan sambil merebus air, membentuk senyawaan metanahidrat.

Air yang dilalui gas ini mendidih sampai terlihat sebagai "air bercahaya putih". Blow out serupa yg pernah terjadi dilaut Kaspia sudah banyak menelan anjungan pengeboran minyak sebagai korban. Regu penyelamat yang dikerahkan tidak menemukan sisa sama sekali. Mungkin karena alat dan manusia yang menjadi korban tersedot pusaran air, dan jatuh kedalam lubang bekas retakan dasar laut, lalu tanah dan air yg semula naik ke atas tapi kemudian mengendap lagi didasar laut, menimbun mereka semua.

Gempa laut dan gelombang besar

Teori ini mengatakan gesekan dan goncangan di tanah di dasar Lautan Atlantik menghasilkan gelombang dahsyat dan seketika kapal-kapal menjadi hilang kendali dan langsung menuju dasar laut dengan kuat hanya dalam beberapa detik. Adapun hubungannya dengan pesawat, maka goncangan dan gelombang kuat tersebut menyebabkan hilangnya keseimbangan pesawat serta tidak adanya kemampuan bagi pilot untuk menguasai pesawat.

Gravitasi

Gravitasi (medan graviti terbalik, anomali magnetik graviti) dan hubungannya dengan apa yang terjadi di Segitiga Bermuda; sesungguhnya kompas dan alat navigasi elektronik lainnya di dalam pesawat pada saat terbang di atas Segitiga Bermuda akan goncang dan bergerak tidak normal, begitu juga dengan kompas pada kapal, yang menunjukkan kuatnya daya magnet dan anehnya gravitasi yang terbalik.

Pangkalan U.F.O.

Pemerintah dan Akademis Independen A.S. mengatakan Segitiga Bermuda disebabkan karena tempat tersebut merupakan Pangkalan UFO sekelompok mahkluk luar angkasa/alien yang tidak mau diusik oleh manusia, sehingga kendaraan apapun yang melewati teritorial tersebut akan terhisap dan diculik. Ada yang mengatakan bahwa penyebabnya dikarenakan oleh adanya sumber magnet terbesar di bumi yang tertanam di bawah Segitiga Bermuda, sehingga logam berton-tonpun dapat tertarik ke dalam.

Istana Setan

Dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Muhammad, dikatakan bahwa pertemuan antara suhu panas dan dingin (sejuk) adalah ikatakan larangan ini karena tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh Setan.[1] Karena menurut beberapa pendapat ada yang mengatakan bahwa Segitiga Bermuda merupakan pusat bertemunya antara arus air dingin dengan arus air panas, sehingga akan mengakibatkan pusaran air yang besar/dasyat. Karena bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertembungan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.

Menurut beberapa orang muslim meyakini dengan hadist ini yang dianggap telah terjawab tentang misteri Segitiga Bermuda. Perkara-perkara aneh yang sering terjadi itu tentu antara lain disebabkan pertembungan antara panas dan sejuk dan menganggap Istana Setan terletak secara tersembunyi di situ. Kemudian dikatakan pula bahwa Dajjal pada saat sekarang menetap di Segitiga Bermuda itu sampai pada menjelang akhir zaman ia akan keluar.

Air Kehidupan

Menurut Syaikh Imam M. Ma’rifatullah al-Arsy, segitiga bermuda merupan tempat titik terujung di dunia ini. Di tengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yg meminumnya menjadi panjang umur, ditempat itu pula Nabi Khidzir bertahta sebagai penjaga sumber "Air Kehidupan" tersebut. Syaikh Imam Ma’rifatullah berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari Ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.

Tempat yang indah dan berbahaya

Menurut sebuah naskah kuno menyatakan bahwa Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk di datangi.[2]

Lorong waktu

Dalam sejarah, orang, kapal-kapal, pesawat terbang dan lain-lain sebagainya yang hilang secara misterius seperti yang sering kita dengar di perairan Segitiga Bermuda, sebenarnya adalah masuk ke dalam lorong waktu yang misterius ini.

Seorang ilmuwan Amerika yang bernama Ado Snandick berpendapat, mata manusia tidak bisa melihat keberadaan suatu benda dalam ruang lain, itulah obyektifitas keberadaan lorong waktu.

Dalam penyelidikannya terhadap lorong waktu, John Buckally mengemukakan teori hipotesanya sebagai berikut:

* Obyektifitas keberadaan lorong waktu adalah bersifat kematerialan, tidak terlihat, tidak dapat disentuh, tertutup untuk dunia fana kehidupan umat manusia, namun tidak mutlak, karena terkadang ia akan membukanya.

* Lorong waktu dengan dunia manusia bukanlah suatu sistem waktu, setelah memasuki seperangkat sistem waktu, ada kemungkinan kembali ke masa lalu yang sangat jauh, atau memasuki masa depan, karena di dalam lorong waktu tersebut, waktu dapat bersifat searah maupun berlawanan arah, bisa bergerak lurus juga bisa berbalik, dan bahkan bisa diam membeku.

* Terhadap dunia fana (ruang fisik kita) di bumi, jika memasuki lorong waktu, berarti hilang secara misterius, dan jika keluar dari lorong waktu itu, maka artinya adalah muncul lagi secara misterius.

Disebabkan lorong waktu dan bumi bukan merupakan sebuah sistem waktu, dan karena waktu bisa diam membeku, maka meskipun telah hilang selama 3 tahun, 5 tahun, bahkan 30 atau 50 tahun, waktunya sama seperti dengan satu atau setengah hari.

Meskipun beberapa teori dilontarkan, namun tidak ada yang memuaskan sebab munculnya tambahan seperti benda asing bersinar yang mengelilingi pesawat sebelum kontak dengan menara pengawas terputus dan pesawat lenyap.
[sunting] Penemuan Piramida di Segitiga Bermuda

Beberapa ilmuwan Amerika, Perancis dan negara lainnya pada saat melakukan survey di area dasar laut Segitiga Bermuda, Samudera Atlantik, menemukan sebuah piramida berdiri tegak di dasar laut yang tak pernah diketahui orang. Panjang sisi dasar piramida ini mencapai 300 meter, tingginya 200 meter, dan jarak ujung piramida ini dari permukaan laut sekitar 100 meter. Ukuran, piramida ini lebih besar skalanya dibandingkan dengan piramida Mesir kuno yang ada di darat.

Di atas piramida terdapat dua buah lubang yang sangat besar, air laut dengan kecepatan tinggi melalui kedua lubang ini, dan oleh karena itu ombak yang besar dapat membentuk pusaran raksasa yang membuat perairan di sekitar ini menimbulkan ombak yang dahsyat menggelora dan badai pada permukaan laut.

Ada beberapa ilmuwan Barat yang berpendapat bahwa Piramida di dasar laut ini mungkin awalnya dibuat di atas daratan, lalu terjadi gempa bumi yang dahsyat, dan menggelamkan daratan ke dasar laut seiring dengan perubahan penurunan permukaan tanah. Ilmuwan lainnya berpendapat bahwa beberapa ratus tahun yang silam perairan di area Segitiga Bermuda dianggap pernah menjadi sebagai salah satu landasan aktivitas bangsa Atlantis, dan Piramida di dasar laut tersebut mungkin sebuah gudang pemasokan mereka.

Ada juga yang curiga bahwa Piramida kemungkinan adalah sebuah tanah suci yang khusus dilindungi oleh bangsa Atlantis pada tempat yang mempunyai sejenis kekuatan dan sifat khas energi kosmosnya, Piramida itu bisa menarik dan mengumpulkan sinar kosmos, medan energi atau energi gelombang lain yang belum diketahui dan struktur pada bagian dalamnya mungkin adalah resonansi gelombang mikro, yang memiliki efek terhadap suatu benda dan menghimpun sumber energi lainnya.

Li Hongzhi dalam buku yang berjudul Zhuan Falun mempunyai penjelasan tentang penemuan peradaban prasejarah sebagai berikut; “Di atas bumi ada benua Asia, Eropa, Amerika Selatan, Amerika Utara, Oceania, Afrika dan benua Antartika, yang oleh ilmuwan geologi secara umum disebut ‘lempeng kontinental’. Sejak terbentuknya lempeng kontinental sampai sekarang, sudah ada sejarah puluhan juta tahun. Dapat dikatakan pula bahwa banyak daratan berasal dari dasar laut yang naik ke atas, ada juga banyak daratan yang tenggelam ke dasar laut, sejak kondisi ini stabil sampai keadaan sekarang, sudah bersejarah puluhan juta tahun.

Namun di banyak dasar laut, telah ditemukan sejumlah bangunan yang tinggi besar dengan pahatan yang sangat indah, dan bukan berasal dari warisan budaya umat manusia modern, jadi pasti bangunan yang telah dibuat sebelum ia tenggelam ke dasar laut.” Dipandang dari sudut ini, misteri asal mula Piramida dasar laut ini sudah dapat dipecahkan.

Peristiwa-peristiwa terkenal

Penerbangan 19
Pesawat pada penerbangan TBF Grumman Avenger, mirip dengan penerbangan 19

Salah satu kisah yang terkenal dan bertahan lama dalam banyaknya kasus misterius mengenai hilangnya pesawat-pesawat dan kapal-kapal yang melintas di segitiga bermuda adalah Penerbangan 19. Penerbangan 19 merupakan kesatuan angkatan udara dari lima pesawat pembom angkatan laut Amerika Serikat.

Penerbangan itu terakhir kali terlihat saat lepas landas di Fort Lauderdale, Florida pada tanggal 5 Desember 1945. Pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dibuat secara sistematis oleh orang-orang yang ahli penerbangan dan kelautan untuk mengahadapi situasi buruk, namun tiba-tiba dengan mudah menghilang setelah mengirimkan laporan mengenai gejala pandangan yang aneh, dianggap tidak masuk akal.

Karena pesawat-pesawat pada Penerbangan 19 dirancang untuk dapat mengapung di lautan dalam waktu yang lama, maka penyebab hilangnya dianggap karena penerbangan tersebut masih mengapung-apung di lautan menunggu laut yang tenang dan langit yang cerah.

Setelah itu, dikirimkan regu penyelamat untuk menjemput penerbangan tersebut, namun tidak hanya pesawat Penerbangan 19 yang belum ditemukan, regu penyelamat juga ikut lenyap. Karena kecelakaan dalam angkatan laut ini misterius, maka dianggap "penyebab dan alasannya tidak diketahui".

Dan juga ditemukan adanya kaitan segitiga bermuda dengan atlantis yang ditemukan adanya penemuan kota-kota kuno dan berbagai bangunan di segitiga bermuda tersebut". Atlantis yang diduga tenggelam dalam waktu satu hari satu malam diduga kuat tenggelam di segitiga bermuda dan beberapa kawasan lainnya yang mirip dengan kejadian yang ada pada segitiga bermuda tersebut salah satunya yaitu di Indonesia, Malaysia, India, dan lainnya".

Kronologi dari beberapa peristiwa terkenal

* 1840: HMS Rosalie
* 1872: The Mary Celeste, salah satu misteri terbesar lenyapnya beberapa kapal di segitiga bermuda
* 1909: The Spray
* 1917: SS Timandra
* 1918: USS Cyclops (AC-4) lenyap di laut berbadai, namun sebelum berangkat menara pengawas mengatakan bahwa lautan tenang sekali, tidak mungkin terjadi badai, sangat baik untuk pelayaran
* 1926: SS Suduffco hilang dalam cuaca buruk
* 1938: HMS Anglo Australian menghilang. Padahal laporan mengatakan cuaca hari itu sangat tenang
* 1945: Penerbangan 19 menghilang
* 1952: Pesawat British York transport lenyap dengan 33 penumpang
* 1962: US Air Force KB-50, sebuah kapal tanker, lenyap
* 1970: Kapal barang Perancis, Milton Latrides lenyap; berlayar dari New Orleans menuju Cape Town.
* 1972: Kapal Jerman, Anita (20.000 ton), menghilang dengan 32 kru
* 1976: SS Sylvia L. Ossa lenyap dalam laut 140 mil sebelah barat Bermuda.
* 1978: Douglas DC-3 Argosy Airlines Flight 902, menghilang setelah lepas landas dan kontak radio terputus
* 1980: SS Poet; berlayar menuju Mesir, lenyap dalam badai
* 1995: Kapal Jamanic K (dibuat tahun 1943) dilaporkan menghilang setelah melalui Cap Haitien
* 1997: Para pelayar menghilang dari kapal pesiar Jerman
* 1999: Freighter Genesis hilang setelah berlayar dari Port of Spain menuju St Vincent.
Reta Riayu DiCaprio

Amelia Mary Earhart, anak perempuan dari Samuel "Edwin" Stanton Earhart (1868-1930)[8] dan Amelia Otis Earhart (1869-1962),[9] dilahirkan di rumah kakek-neneknya di Atchison, Kansas. Kakek Amelia adalah Alfred Otis, seorang mantan hakim federal, presiden Bank Tabungan Atchison dan warga kota terkemuka di Atchison. Ia awalnya tidak merestui perkawinannya dan kurang puas dengan perkembangan Edwin, sebagai seorang pengacara. Hal ini konon ikut menyebabkan keluarga Amelia berantakan. Beberapa penulis biografinya berspekulasi bahwa sejarah penolakan dan keraguan ini terus mengikuti Amelia sepanjang masa kanak-kanaknya sebagai seorang anak yang tomboy[10] hingga kariernya sebagai penerbang di masa dewasanya.

Menurut adat keluarganya, nama Amelia berasal dari 2 neneknya (Amelia Josephine Harres dan Mary Wells Patton).[11] Di masa kecilnya, Amelia ("Meeley", terkadang juga disebut "Milie") konon suka bermain-main dengan adik perempuannya. Amelia adalah pemimpin dan adiknya, Grace Muriel (1899-1998)[12] atau "Pidge" sebagai pengikutnya yang setia. Jiwa petualangan[13] terlihat ada pada diri Earhart saat masih kecil dengan mengeksplorasi tetangga mereka untuk pengejaran yang menarik. Mereka sering memanjat pohon, meluncur dari bukit dengan kereta luncurnya dan berburu tikus dengan senapan. Mereka menyimpan "cacing, ngengat, tonggeret dan katak pohon"[14] dalam koleksi yang mereka kumpulkan. Baik mereka berdua melanjutkan untuk menggunakan nama mereka pada masa kecilnya sampai mereka dewasa.[15] Didikan mereka diluar peraturan dan kebiasaan sejak Amy Earhart tidak ingin membentuk anaknya menjadi "anak kecil yang baik".[16] Sementara nenek mereka yang keibuan tidak menerima celana olahraga "bloomers" yang dikenakan oleh anak-anak Amy, dan walaupun Amelia menyukai kebebasan yang didapat dari mengenakan celana itu, ia sadar bahwa anak perempuan tetangga lainnya tidak ada yang mengenakannya.

Pada tahun 1904, dengan bantuan pamannya, ia bersama membuat semacam kereta luncur setelah ia melihat jet koster dalam kunjungan ke St. Louis dan mengamankan benda tersebut ke atap gudang peralatan keluarga. Penerbangan pertama Amelia berakhir dengan dramatik. Ia muncul dari kotak kayu yang rusak yang ia jalankan sebagai kereta luncur dengan baju robek dan sensasi kegembiraan. Ia menyatakan, "Oh, Pidge, rasanya seperti terbang!"[17]

Melihat pesawat terbang


Amelia berumur 10 tahun ketika ayahnya, Edwin, yang saat itu seorang eksekutif perusahaan kereta api, dipromosikan dan dikirim ke Des Moines, Iowa. Pada usia 11 tahun, di Des Moines, Amelia melihat sebuah pesawat terbang di pasar amal negara bagian Iowa. Ayahnya mencoba untuk menarik ketertarikannya dan adiknya dalam melakukan penerbangan. Belakangan ia menggambarkannya sebagai "...sesuatu yang penuh dengan kawat karatan dan kayu dan sama sekali tidak menarik."[18] dan meminta agar mereka dapat kembali naik komidi putar.[19]

Pendidikan

Sementara ayah dan ibunya menemukan rumah kecil di Des Moines, Amelia dan Muriel tetap bersama kakek dan nenek mereka di Atchison. Sampai ia berumur 12 tahun, Amelia dan adiknya menerima pendidikan dalam bentuk "sekolah rumah" dari ibunya dan seorang guru. Ia nantinya menceritakan bahwa ia "sangat suka membaca"[20] dan menghabiskan waktu di perpustakaan keluarga. Pada tahun 1909, ketika keluarganya akhirnya bersatu kembali di Des Moines, Earhart mengikuti sekolah umum untuk pertama kalinya dengan Amelia masuk ke kelas tujuh.

Nasib keluarga

Walaupun kondisi keuangan keluarganya membaik dengan adanya rumah baru, dan bahkan menyewa dua pelayan, ternyata diketahui bahwa Edwin adalah seorang pemabuk. Lima tahun kemudian, pada tahun 1914, ayahnya terpaksa pensiun. Walaupun ia mencoba merehabilitasi dirinya melalui perawatan, ia tidak pernah diterima kembali di Rock Island Railroad. Pada waktu ini juga, nenek Amelia, Amelia Otis meninggal mendadak. Rumah Otis dan isinya dilelang. Amelia patah hati dan nantinya menyatakan hal ini sebagai akhir dari masa kecilnya.


Setelah pencarian yang lama, pada tahun 1915, ayah Amelia mendapat pekerjaan sebagai juru tulis di Great Northern Railway di kota St. Paul, Minnesota dan Amelia memasuki SMU sebagai junior. Edwin mendaftar agar dipindahkan ke Springfield, Missouri, pada tahun 1915, tetapi eksekutif di sana mempertimbangkan kembali pensiunnya lalu kembali bekerja, membuat Edwin tidak bisa pindah kemana-mana. Amy Earhart membawa Amelia dan Muriel ke Chicago dan di sana mereka tinggal bersama temannya. Amy mengirim anak-anak gadisnya ke sekolah swasta dengan menggunakan uang dari dana yang didirikan oleh kakeknya, Alfred. Amelia masuk ke SMU Hyde Park tetapi menghabiskan semester yang tidak menyenangkan. Tulisan di buku tahunan menangkap pokok ketidaksenangannya, "A.E.- wanita yang berjalan sendiri."

Amelia lulus dari SMU Hyde Park tahun 1916. Ia memiliki cita-cita untuk memppunyai karir di masa depan. Ia menyimpan sebuah buku tempel dari kliping koran tentang wanita yang sukses dalam bidang yang didominasi oleh pria, termasuk produksi dan direksi film, hukum, periklanan, manajemen dan teknik mekanik.[23] Ia memulai kuliah awal di Ogontz di Rydal, Pennsylvania, tetapi tidak menyelesaikan programnya.[24]

Menjadi perawat

Selama liburan Natal tahun 1917, ia mengunjungi saudara kandungnya di Toronto, Ontario. Perang Dunia I telah terjadi dan Amelia melihat tentara yang terluka yang kembali pulang. Setelah menerima pelatihan sebagai asisten perawat dari Palang Merah, ia memulai bekerja di Rumah Sakit Militer Spadina di Toronto, Ontario. Tugasnya termasuk menyiapkan makanan di dapur untuk pasien dengan diet spesial dan memberikan resep dokter di rumah sakit.[25] Ia melanjutkan bekerja di rumah sakit sampai gencatan senjata yang mengakhiri Perang Dunia I ditandatangani pada bulan November tahun 1918.

Pada waktu itu, ia mengunjungi pameran yang dilaksanakan di Toronto dengan teman wanita yang masih muda. Salah satu acara penting yang dilaksanakan adalah pameran penerbangan pesawat yang dilakukan oleh "ahli" Perang Dunia I[26]. Seorang pilot mengendarai pesawat yang mendekati Earhart dan temannya, dan sesuatu dalam diri Earhart berkata:
“ Saya tidak mengerti pada saat itu, tetapi aku percaya pesawat merah kecil itu mengatakan sesuatu padaku ketika mendesis.[27] ”

Ia mengalami infeksi sinus pada tahun itu. Hal ini terjadi sebelum antibiotika ada dan ia dibawah perawatan medis. Prosedur tidak berhasil dan Earhart menderita karena serangan sakit kepala yang tajam. Hal ini terus terjadi hampir setahun dan ia menghabiskan waktu di rumah saudaranya di Northampton, Massachusetts. Ia menghabiskan waktu dengan membaca puisi, belajar memainkan banjo dan belajar mekanik. Pada tahun 1919, Earhart bersiap untuk mendaftar di Universitas Smith, tetapi ia merubah pemikirannya dan mendaftar ke Universitas Columbia untuk belajar di persiapan kedokteran.[28] Ia berhenti satu tahun kemudian agar dapat mendampingi orangtuanya yang kini sudah bersatu kembali di California.
L–R: "Neta" Snook dengan Amelia Earhart berdiri di sebelah pesawat Kinner Airster milik Earhart tahun 1921

Pengalaman terbang pertama

Di Long Beach, ia dan ayahnya pergi ke sebuah lapangan udara. Di lapangan udara tersebut, Frank Hawks (yang nantinya terkenal sebagai pembalap udara) memberinya tumpangan yang selamanya mengubah kehidupan Earhart.
“ Pada saat aku mencapai dua atau tiga ratus kaki diatas permukaan, aku tahu aku harus terbang.[29] ”

Setelah ia terbang selama sepuluh menit, ia segera memutuskan untuk belajar terbang.

Belajar menjadi penerbang

Ia bekerja sebagai fotografer, pengemudi truk, dan bekerja di perusahaan telepon lokal untuk mengumpulkan uang $1000 yang akan dipakai untuk pelajaran terbangnya. Earhart telah melakukan pelajaran penerbangan pertamanya yang dimulai pada tanggal 3 Januari 1921 di lapangan udara Kinner di dekat Long Beach. Tetapi untuk mencapai lapangan udara, Amelia harus naik bus sampai di garis akhir, lalu harus berjalan sejauh 4 mil.[30] Gurunya adalah Anita Snook, seorang perintis perempuan penerbang yang menggunakan Curtiss JN-4 "Canuck" untuk pelatihan. Amelia tiba dengan ayahnya dan sebuah permintaan:
“ Aku ingin terbang. Maukah kamu mengajariku?[31] ”

Enam bulan kemudian Earhart membeli sebuah pesawat bersayap ganda kuning Kinner Airster yang dinamainya "Canary." Pada 22 Oktober 1922, ia menerbangkannya pada ketinggian 14.000 kaki, dan menciptakan rekor dunia perempuan. Pada 15 Mei 1923 Earhart menjadi perempuan ke-16 yang memperoleh izin pilot (nomor 6017)[32] oleh Fédération Aéronautique Internationale (FAI).[33]
[sunting] Karir penerbangan dan pernikahan
[sunting] Karir di Boston
Amelia Earhart tahun 1930an

Selama periode ini, warisan neneknya yang dikelola oleh ibunya tak henti-hentinya terkikis sampai akhirnya habis sama sekali karena investasi yang gagal di tambang gips. Pada waktu yang sama, masalah kesehatan Earhart yang menahun, yaitu penyakit sinus kembali muncul. Pada awal tahun 1924, ia masuk rumah sakit untuk operasi sinus yang gagal. Maka dari itu, tanpa harapan untuk menutup karirnya dalam penerbangan, Earhart menjual Canary dan membeli sebuah roadster Kissel kuning yang dinamainya the Yellow Peril ("Bahaya Kuning").

Orangtuanya bercerai pada 1924 dan ia mengantarkan ibunya melintasi Amerika Serikat dengan "Bahaya Kuning" ke Boston, Massachusetts. Di Boston, pada tahun 1925, Amelia menjalani operasi sinus. Operasi sinus Earhart akhirnya sukses. Setelah operasi, ia kembali untuk beberapa bulan ke Universitas Columbia tetapi terpaksa untuk meninggalkan kuliahnya dan rencana lebih jauh untuk ke Insitut Teknologi Massachusetts karena ibunya tidak mampu membayar biaya perkuliahan. Segera setelah itu, ia bekerja menjadi guru, setelah itu ia bekerja sebagai seorang pekerja sosial pada tahun 1925 di rumah Denison, tinggal di Medford. Earhart juga menjadi anggota Perhimpunan Aeronotik Nasional cabang Boston, dan melalui organisasi itu ia menginvestasikan sedikit uang dalam pembangunan lapangan terbang dan penjualan pesawat-pesawat Kinner di daerah Boston.[34] Ia juga menulis kolom-kolom surat kabar setempat tentang penerbangan dan ketika namanya semakin dikenal di kalangan masyarakat setempat, ia menolong memasarkan pesawat-pewasat Kinner, mempromosikan penerbangan dan menggalakkan kaum perempuan untuk menjadi penerbang.[35]

Menurut Boston Globe, Earhart adalah "salah satu perempuan penerbang terbaik di Amerika Serikat", meskipun hal ini telah disangkal oleh para ahli penerbangan dan pilot yang berpengalaman dalam beberapa dekade setelah itu.[36][37][38]
Amelia Earhart berkenalan dengan Foster Welch, walikota Southampton, 20 Juni 1928

Penerbangan trans-atlantik tahun 1928

Setelah penerbangan solo Charles Lindbergh melintasi Samudra Atlantik pada 1927, Amy Guest, seorang perempuan Amerika yang kaya yang tinggal di London, Inggris mengungkapkan minatnya untuk menjadi perempuan pertama yang terbang (atau diterbangkan) melintasi Samudra Atlantik.

Setelah menganggap perjalanan itu terlalu berbahaya untuk ditempuhnya sendiri, ia menawarkan untuk tetap mensponsori proyek itu, dan mengatakan bahwa mereka akan menemukan "gadis lain dengan citra yang tepat." Selagi bekerja di suatu sore pada bulan April tahun 1928, Earhart mendapatkan panggilan telepon dari seorang laki-laki yang bertanya kepadanya:
“ Maukah anda terbang melintasi Samudra Atlantik? ”

Earhart melakukan wawancara dengan sejumlah koordinator proyek itu yang terdiri antara lain dari penerbit buku George P. Putnam dan diminta untuk bergabung dengan pilot Wilmer Stultz dan ko-pilot/mekanik Louis Gordon dalam penerbangan itu, resminya sebagai penumpang saja, tapi dengan tugas tambahan mengisi buku log. Tim itu berangkat dari pelabuhan Trepassey, Newfoundland dengan sebuah Fokker F7 pada 17 Juni 1928, dan tiba di Burry Port, Wales, Britania Raya kira-kira 21 jam kemudian. Karena kebanyakan waktu penerbangan menggunakan "instrumen" dan Amelia tidak memiliki latihan untuk penerbangan jenis ini, ia tidak menerbangkan pesawat. Ketika diwawancarai setelah mendarat, ia berkata:
“ Stultz yang terbang sepenuhnya - ia harus begitu. Saya hanya barang muatan saja, mirip kentang sekarung... mungkin suatu hari saya akan mencobanya sendirian.[39] ”

Sementara di Inggris, Earhart menerbangkan Avro Avian 594 Avian III, SN: R3/AV/101 yang dimiliki oleh Lady Mary Heath. Ia lalu membeli pesawat itu dan mengirimnya ke Amerika (di mana pesawat ini dirujuk sebagai “pesawat tak berizin nomor identifikasi” 7083).

Ketika awak pesawat itu kembali ke Amerika Serikat, mereka disambut dengan sebuah parade di New York dan resepsi oleh Presiden Calvin Coolidge di Gedung Putih.
Amelia Earhart berjalan bersama Presiden Hoover di Gedung Putih pada tanggal 2 Januari 1932.

Citra selebriti

Potret Studio atas Amelia Earhart tahun 1932. Putnam menginstruksikan Earhart untuk menyembunyikan senyum dengan giginya dengan membiarkan mulutnya tertutup dalam foto resmi.

Karena tubuhnya mirip dengan Lindbergh[40], yang dijuluki pers sebagai "Lindy si Beruntung", masyarakat Amerika mulai menjuluki Amelia sebagai "Nyonya Lindy".[41] Pers juga mengatakan bahwa Earhart adalah "Ratu Udara" yang berkuasa.[42] Segera setelah ia kembali dari Amerika Serikat, ia melakukan tur ceramah yang melelahkan (tahun 1928-1929). Sementara itu, Putnam berusaha mempromosikan Amelia dalam kampanye pemasaran, termasuk menerbitkan buku yang dikarang Amelia, seri dari tur ceramah baru, dan menggunakan gambarnya untuk pemasaran produk, termasuk koper, rokok '"Lucky Strike" (hal ini menyebabkan permasalahan citra untuknya, dengan majalah McCall mencabut sebuah tawaran),[43] dan pakaian wanita serta pakaian olahraga. Uang yang ia dapat dengan "Lucky Strike" disumbangkan sebesar $1.500 untuk ekspedisi Kutub Selatan Richard Byrd.[44]

Amelia dengan aktif ikut serta dalam promosi, terutama dalam mode wanita. Untuk beberapa tahun ia menjahit bajunya sendiri, tetapi seri pakaian bertema "hidup aktif" yang dijual di 50 toko seperti Macy di daerah metropolitan, merupakan ekspresi dari citra Earhart yang baru. Koper yang ia promosikan dipasarkan sebagai Koper Modernaire Earhart. Ia yakin bahwa koper merupakan kebutuhan perjalanan udara dan sampai sekarang masih diproduksi.[45] Kampanye oleh G.P. Putnam sukses dalam mentanamkan citra selebriti Earhart kepada publik.[46]

Mempromosikan penerbangan

Citra selebritinya membantu Amelia mendanai penerbangannya.[47] Ia menerima posisi sebagai editor majalah Cosmopolitan dan ia menggunakan forum ini sebagai kesempatan untuk berkampanye agar penerbangan lebih diterima oleh publik, terutama fokus kepada peran wanita dalam penerbangan.[48] Pada tahun 1929, Earhart adalah salah satu penerbang pertama yang mempromosikan penerbangan udara komersial melalui pembangunan sebuah layanan penerbangan jasa udara. Ia bersama-sama dengan Charles Lindbergh mewakili Transcontinental Air Transport (Transportasi Udara Antarbenua), dan menginvestasikan waktu dan uang dalam mendirikan layanan daerah antara New York dan Washington DC. (TAT nantinya menjadi TWA). Ia adalah wakil pemimpin National Airways, yang mengoperasikan penerbangan Boston-Maine dan beberapa layanan udara lainnya di timur laut.[49] Pada tahun 1940, namanya menjadi Northeast Airlines.

Penerbangan kompetitif

Walaupun ia terkenal untuk penerbangan transatlantik, Earhart berusaha keras untuk membuat sebuah rekor "tak bernoda" untuk dirinya.[50] Segera setelah ia kembali setelah mengemudikan Avian 7083, ia akan melakukan penerbangan panjang sendirian. Pada bulan Agustus tahun 1928, Earhart menjadi wanita pertama yang terbang sendiri menyebrangi Amerika Utara dan kembali.[51] Kemudian, ia melakukan usaha pertamanya dalam balapan udara tahun 1929 selama Balapan Udara Wanita Santa Monika-ke-Cleveland (nantinya Will Rogers mengubah nama balapan ini menjadi "Powder Puff Derby"), mendapat posisi ketiga. Pada tahun 1930, Earhart menjadi anggota Asosiasi Aeronatik Nasional dan ia dengan aktif mempromosikan didirikannya rekor wanita yang terpisah dan berperan agar Fédération Aéronautique Internationale (FAI) menerima standar internasional yang mirip.[52] Pada tahun 1931, dengan menerbangkan Pitcairn PCA-2 otogiro, ia membuat rekor dunia dengan ketinggian 18.415 kaki (5613 m). Walaupun dari sudut pandang masa kini sepertinya Earhart sering melakukan stunt (kegiatan ekstrim yang aneh atau sulit untuk dilakukan), pada masanya hal ini dilakukan untuk membuat masyarakat Amerika Serikat lebih "berpikiran kepada udara" dan meyakinkan mereka bahwa "penerbangan tidak lagi terbatas pada para pemberani dan manusia super."[53]

Selama periode ini, Earhart ikut serta dengan Ninety-Nines, organisasi pilot wanita yang menyediakan dukungan moral dan memajukan wanita dalam penerbangan. Ia melakukan pertemuan pilot wanita tahun 1929 setelah Balapan Udara Wanita. Ia mengusulkan nama berdasarkan jumlah anggota piagam. Ia nantinya menjadi pemimpin pertama organisasi ini tahun 1930.[54] Amelia adalah pejuang untuk hak-hak pilot wanita, dan ketika pada tahun 1934 balapan Trofi Bendix melarang wanita, ia dengan terbuka menolak untuk menerbangkan artis Mary Pickford ke Cleveland untuk membuka balapan.[55]

Pernikahan

Amelia Earhart dan suaminya, George P. Putnam

Untuk sementara waktu ia bertunangan dengan Samuel Chapman, seorang ahli kimia dari Boston, namun mereka memutuskan pertunangan mereka pada tanggal 23 November 1928.[56] Dalam masa yang sama, Earhart dan Putnam menghabiskan waktu bersama sehingga terjadi hubungan intim. George Putnam, yang dikenal sebagai GP, bercerai pada tahun 1929 dan memohon untuk menikahi Amelia, meminta sampai berkali-kali sampai akhirnya Amelia setuju.[57] Setelah keragu-raguan, mereka menikah pada tanggal 7 Februari 1931 di rumah ibu Putnam di Noank, Connecticut. Earhart merujuk kepada pernikahannya sebagai sebuah bentuk "kemitraan" dengan "kontrol ganda". Dalam surat yang ia tulis kepada Putnam dan diserahkan langsung kepadanya pada saat pernikahan, ia menulis, "Aku mau kamu mengerti aku tidak akan menahanmu menurut hukum kesetiaan dari Abad Pertengahan apapun untukku, begitu juga akupun tak menganggap diriku terikat padamu.[58][59][60]

Pendapat Amelia mengenai pernikahan adalah liberal pada masa itu karena ia percaya akan tanggung jawab bersama bagi kedua "pekerja" dan secara eksplisit lebih suka menggunakan namanya daripada disebut sebagai Nyonya Putnam. Ketika harian New York Times bersikeras menyebutnya Nyonya Putnam sesuai langgam gaya penulisan, ia menertawakannya. George Putnam juga segera mengerti bahwa ia akan disebut "Tuan Earhart."[61] Tidak ada bulan madu untuk mereka setelah menikah karena Amelia ikut serta dalam acara tur promosi selama sembilan hari. Walaupun Earhart dan Putnam tidak memiliki anak, Putnam memiliki dua anak dari pernikahannya yang sebelumnya dengan Dorothy Binney (1888-1982).[62].

Beberapa tahun kemudian, kebakaran terjadi di tempat tinggal Putnam di Rye dan menghancurkan banyak harta karun keluarga Putnam termasuk kenang-kenangan pribadi Earhart. Setelah kebakaran, Amelia dan Putnam akhirnya pindah ke pantai barat setelah Putnam menjual kuasanya di perusahaan penerbit kepada sepupunya Palmer, dan menetap di Hollywood Utara yang membawa Putnam dekat dengan perusahaan Paramount Pictures dan jabatan barunya sebagai kepala dewan editor di perusahaan perfilman tersebut.[63]

Penerbangan transatlantik tahun 1932

Lockheed Vega 5b yang diterbangkan oleh Amelia Earhart di Museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat.

Pada usia 34 tahun, pada pagi hari tanggal 20 Mei 1932, Earhart berangkat dari Pelabuhan Grace, Newfoundland. Ia mencoba untuk terbang ke Paris dengan mengemudikan Lockheed Vega, mengikuti penerbangan solo Charles Lindbergh. Setelah terbang dalam waktu 14 jam, 56 menit dengan angin utara yang kuat, kondisi yang dingin dan tidak ramah dan masalah mekanis, Earhart mendarat di padang rumput di Culmore, utara dari Derry, Irlandia Utara. Ketika seorang petani bertanya, "Apakah kamu sudah terbang jauh?", Amelia menjawab, "Dari Amerika". Tempat ia mendarat kini adalah Pusat Amelia Earhart.[64]

Ia menerima Distinguished Flying Cross dari Kongres Amerika Serikat, mendali ksatria dari pemerintah Perancis dan medali emas National Geographic Society dari presiden Herbert Hoover.
Earhart dan "Bessie tua" Vega 5b tahun 1935

Penerbangan Honolulu-Oakland


Pada tanggal 11 Januari 1935, Earhart menjadi orang pertama yang terbang sendiri dari Honolulu, Hawaii ke Oakland, California. Penerbangan melalui samudera ini telah diusahakan oleh orang lain, termasuk partisipan Balapan Udara Dole tahun 1927 yang tadinya merencanakan rute ini merubah rutenya. Penerbangan Amelia dilaksanakan tanpa ada kerusakan mekanik.[65] Pada jam-jam terakhir penerbangannya, ia bahkan santai dan mendengarkan siaran radio opera metropolitan dari New York."[65]

Penerbangan Los Angeles - Kota Meksiko, Kota Meksiko - Newark

Pada tahun 1935, ia terbang dengan pesawat Vega miliknya yang ia sebut "Bessie tua, kuda api", Earhart terbang dari Los Angeles ke Kota Meksiko pada tanggal 19 April 1935. Penerbangannya selesai pada tanggal 8 Mei 1935. Pada penerbangannya tidak terdapat banyak peristiwa walaupun banyak kerumunan orang yang menemuinya di Newark, New Jersey adakah kekhawatiran[66] dan ia harus berhati-hati tidak untuk berjalan keluar dari landasan pesawat ke kerumunan orang.

Penerbangan lainnya

Earhart berpartisipasi dalam balapan udara jarak jauh dan ia mendapat peringkat ke-5 pada acara balapan trofi Bendix tahun 1935, hasil terbaik yang dapat ia lakukan adalah ia menyadari pesawatnya mencapai kecepatan diluar 195 meter per jam. [67] Balapan ini sulit karena salah satu kompetitor yang bernama Cecil Allen meninggal dalam kecelakaan keberangkatan yang berapi-api dan Jacqueline Cochran terpaksa berhenti karena permasalahan mekanis, kabut [68] dan badai petir yang mengganggu balapan.

Diantara tahun 1930–1935, Amelia telah membuat 7 rekor jarak dan kecepatan wanita dalam berbagai pesawat termasuk pesawat jenis Kinner Airster, Lockheed Vega dan Pitcairn Autogiro. Pada tahun 1935, sadar akan keterbatasan pesawat Vega dalam penerbangan trans samudera yang panjang, Amelia merenungkan dalam kata-katanya sendiri:
“ hadiah... satu penerbangan yang aku ingin lakukan adalah penerbangan mengelilingi dunia.[69] ”

Untuk aksi berbahaya baru, ia membutuhkan pesawat terbang baru.
Amelia Earhart dan Lockheed L-10E Electra NR 16020 tahun 1937
Penerbangan keliling dunia tahun 1937

Rencana
Pesawat Lockheed L-10E Electra milik Amelia.

Earhart bergabung dengan fakultas Universitas Purdue tahun 1935 sebagai anggota fakultas yang berkunjung untuk menganjurkan wanita dalam karir dan sebagai penasehat teknik Departemen Aeronautik.[70] Pada bulan Juli tahun 1936, ia mengambil kiriman pesawat Lockheed 10E Electra yang dibiayai oleh Purdue dan mulai merencanakan penerbangan keliling dunia. Penerbangan ini akan dilakukan sejauh 29.000 mil (47.000 kilometer), mengikuti jalur khatulistiwa yang sangat meletihkan. Walaupun Electra dipublikasi sebagai "laboratorium terbang", pengetahuan yang sedikit berguna direncanakan dan penerbangan telah disusun oleh keinginan Earhart untuk mengelilingi dunia dengan pengumpulan bahan dan perhatian publik untuk buku berikutnya. Pilihan pertama ahli navigasinya adalah Kapten Harry Manning, yang menjadi kapten kapal Presiden Roosevelt yang membawa Amelia kembali dari Eropa tahun 1928.

Melalui kontak di komunitas penerbangan Los Angeles, Fred Noonan dipilih sebagai ahli navigasi kedua.[71] Ia memiliki pengalaman luas, baik dalam navigasi laut (ia adalah kapten kapal) dan navigasi udara. Terdapat faktor tambahan penting yang perlu diambil ketika menggunakan navigasi penerbangan untuk pesawat terbang.[72] Rencana awal untuk Noonan adalah untuk menavigasi dari Hawaii ke pulau Howland, yang merupakan bagian yang sulit pada penerbangan.

Usaha pertama

L-R, Paul Mantz, Amelia Earhart, Harry Manning dan Fred Noonan, 17 Maret 1937, Oakland, California

Pada hari St. Patrick, 17 Maret 1937, mereka terbang dari Oakland, California ke Honolulu, Hawaii. Harry Manning dan pilot akrobatik Hollywood, Paul Mantz (yang menjadi penasehat teknik Earhart) ikut dengan Earhart dan Noonan dalam penerbangan itu. Masalah dengan baling-baling menyebabkan pesawat ini harus direparasi di Hawaii. Electra akhirnya berakhir di lapangan udara Luke Field di pulau Ford, Pearl Harbor. Penerbangan dilanjutkan tiga hari dengan Earhart, Noonan dan Manning yang menaiki pesawat tersebut dan selama pesawat bergerak untuk lepas landas, Earhart mengalami ground loop (rotasi cepat sebuah pesawat terbang sayap-tetap pada posisi horisontal sementara berada di darat). Keadaan sekitar ground loop tetap kontroversial. Beberapa saksi di lapangan udara Luke menyatakan mereka melihat ban pesawat meledak [73]. Earhart mengetahui ban kanan Electra meledak dan/atau roda gigi pendaratan telah mengalami keruntuhan. Beberapa sumber, termasuk Mantz, menyatakan hal ini adalah kesalahan pilot.[73]

Pesawat tersebut rusak dan penerbangan dibatalkan. Pesawat tersebut dikirim ke fasilitasi Lockheed di Burbank, California dengan kapal untuk perbaikan.

Usaha kedua

Sementara Electra diperbaiki, Earhart dan Putnam menyimpan dana dan bersiap untuk usaha kedua. Usaha kali ini dilakukan dengan rute penerbangan dari barat ke timur. Usaha kedua dimulai dengan penerbangan yang tidak dipublikasi dari Oakland ke Miami, Florida, dan setelah tiba disana, Earhart mengumumkan rencananya untuk mengelilingi dunia kepada publik. Arah penerbangan yang berbeda dilakukan kaerna perubahan angin global dan cuaca. Fred Noonan adalah satu-satunya kru Earhart untuk penerbangan kedua. Mereka berangkat dari Miami pada tanggal 1 Juni dan setelah berhenti beberapa kali di Amerika Selatan, Afrika, India, dan Asia Tenggara, ia tiba di Lae, Papua Nugini pada tanggal 29 Juni 1937. Pada saat ia tiba di Lae, ia telah menempuh perjalanan sepanjang 22.000 mil (35.000 km). Sisa rute sepanjang 7.000 mil (11.000 km) semuanya akan dilewati di samudera Pasifik.
Earhart berada di kokpit Electra tahun 1936

Keberangkatan dari Lae


Pada tanggal 2 Juli 1937 (tengah malam dalam waktu Greenwich Mean Time), Earhart dan Noonan lepas landas dari Lae. Mereka akan terbang menuju pulau Howland, pulau yang terletak di samudera Pasifik. Posisi terakhir mereka yang diketahui berada di dekat kepulauan Nukumanu. Kapal Itasca berpatroli di Howland untuk berkomunikasi dengan pesawat Lockheed Electra 10E yang dikemudikan Earhart dan memandu mereka ke pulau Howland.

Kemunculan terakhir saat menuju Pulau Howland

Melalui berbagai kesalah pahaman (detail dari kejadian ini masih kontroversial), kemunculan terakhir saat menuju pulau Howland menggunakan navigasi radio tidak berhasil. Fred Noonan awalnya telah menulis tentang masalah yang mempengaruhi keakuratan radio dalam navigasi.[74] Beberapa sumber mencatat kekurangan pengertian Earhart atas antena pencari arah Bendix yang merupakan teknologi baru pada saat itu. Ada juga yang menyatakan hal ini merupakan akibat dari kekacauan yang mungkin terjadi antara Itasca dengan Earhart yang merencanakan jadwal komunikasi menggunakan sistem waktu setengah jam perpisahan (dengan Earhart menggunakan Greenwich Civil Time (GCT) dan Itasca dibawah zona waktu angkatan laut).[75]

Fakta-fakta gambar bergerak dari Lae memberi kesan bahwa antena radio yang dipasang dibawah badan pesawat terbang mungkin putus dari Electra selama lepas landas atau mendarat di landasan kapal terbang yang berumput di Lae, namun tidak ada antena yang ditemukan di Lae. Don Dwiggins, dalam biografinya tentang Paul Mantz, mencatat bahwa penerbang telah memotong antena karena mengganggu dan mereka harus mengengkolnya kembali ke pesawat setiap pemakaian.

Sinyal radio

Selama kemunculan Earhart dan Noonan saat menuju pulau Howland, Itasca menerima transmisi suara yang kuat dan jelas dari Earhart tetapi ia tidak dapat mendengar transmisi suara dari Itasca. Pada pukul 7:42 pagi, Earhart mengirim pesan:
“ Kami seharusnya tepat di atas anda, tetapi kami tidak dapat melihat anda -- dan bahan bakar hampir habis. Berulang-kali gagal menghubungi anda melalui radio. Kami terbang di ketinggian 1.000 kaki. ”

Transmisinya pada pukul 7:58 pagi berkata bahwa ia tidak dapat mendengar Itasca dan meminta mereka mengirim sinyal suara sehingga Earhart dapat mencoba menggunakan radio sebagai alat pembantu dengan maksud untuk mencapai ke tempat tujuan (transmisi ini dilaporkan oleh Itasca yang merupakan sinyal terbesar yang terdengar, menunjukan Earhart dan Noonan berada di daerah yang dekat). Mereka tidak dapat mengirim suara pada frekuensi yang ia minta, sehingga sinyal kode Morse digunakan. Earhart mengkonfirmasikan menerima kode tersebut tetapi ia tidak dapat menentukan arah penerbangannya.[76]

Pada transmisi terakhirnya yang diketahui pada pukul 8:43 pagi, Earhart mengirim pesan,
“ Kami berada pada garis 157 337. Kami akan mengulangi pesan ini. Kami akan mengulangi pesan ini pada 6210 kilohertz. Tunggu. ”

Namun, beberapa waktu kemudian ia kembali dengan frekuensi yang sama (3105 KHz) dengan transmisi yang dicatat sebagai "dipertanyakan".
“ Kami menjalankan pada garis utara dan selatan.[77] ”

Transmisi Earhart mungkin untuk menunjukan bahwa ia dan Noonan percaya mereka telah mencapai posisi Howland, dan tidak benar oleh sekitar beberapa 5 mil laut (10 kilometer). Itasca menggunakan ketel uap mereka yang berbahan bakar minyak untuk membuat sinyal asap sekain waktu, namun mereka tidak melihatnya. Banyaknya awan yang menyebar di daerah sekitar pulau Howland juga telah dicatat sebagai masalah: bayangan gelap awan tersebut pada permukaan samudera mungkin tak dapat dibedakan dari pulau yang sangat rata.[78]

Pertanyaan apakah sinyal radio setelah hilang diterima dari Earhart dan Noonan, tetap kontroversial. Jika transmisi diterima dari Electra, maka transmisi itu mungkin lemah dan merusak isi keterangan. Transmisi suara Earhart sebesar 3105 KHz, frekuensi yang dibatasi untuk penggunaan penerbangan di Amerika Serikat oleh FCC.[79] Frekuensi ini tidak dianggap cocok untuk siaran radio melewati jarak yang jauh. Ketika Earhart berada pada ketinggian pelayaran dan berada di pertengahan jalur dari Lae ke Howland (berjarak sekitar 1.000 mil atau 1.600 kilometer satu sama lain), tidak ada stasiun mendengar transmisi penjadwalannya pada pukul 08:15 GCT.[80] Pemancar 50-watt transmitter yang digunakan oleh Earhart dipasang pada antena kurang-dari-jarak-terbaik tipe-V.[81][82]

Transmisi suara terakhir yang diterima di Pulau Howland dari Earhart menandakan bahwa dia dan Noonan sedang terbang melalui garis posisi (diambil dari posisi "garis matahari" yang bersudut 157-337 derajat) yang seharusnya dihitung oleh Noonan menggunakan grafik untuk melewati pulau Howland.[83] Setelah semua kontak hilang di pulau Howland, usaha dilakukan untuk mencapai penerbang baik dengan transmisi suara dan kode Morse. Operator di samudera Pasifik dan Amerika Serikat mungkin mendengar sinyal dari Electra yang jatuh, tetapi transmisinya tidak dapat dipahami atau lemah.[84]

Terdapat beberapa transmisi yang merupakan palsu, tetapi yang lainnya dipertimbangkan asli. Sinyal yang ditangkap oleh stasiun Pan American Airways memberi kesan sinyal berasal dari beberapa lokasi, termasuk pulau Gardner.[85][86] Pada waktu itu, jika sinyal tersebut berasal dari Earhart dan Noonan, mereka pasti berada di darat dengan pesawat terbang dan air akan memendekkan sistem listrik Elektra.[87][88] Sinyal jarang-jarang dilaporkan untuk 4 sampai 5 hari setelah hilangnya Earhart tetapi tidak ada hasil informasi yang dapat dimengerti.[89] Kapten kapal USS Colorado nantinya berkata:
“ Tidak ada kesangsian banyak stasiun memanggil pesawat Earhart dalam frekuensi pesawat, beberapa dengan suara dan lainnya dengan sinyal. Semuanya menambah kebingungan dari kebenaran laporan tersebut."[90] ”

Upaya pencarian

Dimulai kira-kira satu jam setelah pesan terakhir Earhart yang direkam, USCG Itasca menjalankan sebuah pencarian di barat dan utara pulau Howland yang gagal berdasarkan dugaan awal tentang transmisi dari pesawat. Angkatan Laut Amerika Serikat segera bergabung dengan pencarian dan mengirim sumber daya yang ada ke daerah pencarian di sekitar pulau Howland. Pencarian awal oleh Itasca meliputi penelusuran sampai pada posisi garis 157/337 sebelah utara barat laut dari pulau Howland. Itasca lalu mencari ke daerah timur laut dari pulau Howland. Daerah pencarian tersebut lebih luas daripada daerah di barat laut. Berdasarkan lokasi pemancaran beberapa transmisi radio Earhart yang diperkirakan, beberapa usaha pencarian diarahkan ke posisi 281 derajat barat laut dari pulau Howland tanpa menemukan tanah atau adanya bukti dari para penerbang.[91] Empat hari setelah transmisi radio terakhir dari Earhart yang diverifikasi, pada tanggal 6 Juli 1937, kapten kapal Colorado menerima perintah dari komandan distrik angkatan laut keempatbelas untuk mengambil alih semua unit angkatan laut dan penjaga pantai demi mengkoordinasi usaha pencarian.[91]

Usaha pencarian lainnya diarahkan ke kepulauan Phoenix, selatan dari pulau Howland[92]. Satu minggu kemudian setelah hilangnya Amelia Earhart, pesawat angkatan laut terbang melewati beberapa pulau termasuk pulau Gardner, yang telah tidak dihuni selama lebih dari 40 tahun. Laporan berikutnya dari pulau Gardner berisi:
“ Disini tanda pemukiman baru dengan jelas dapat terlihat tetapi pengamatan ulang gagal untuk mendapatkan jawaban apapun dari penduduk yang mungkin dan akhirnya ditemukan bahwa tidak ada siapa-siapa di sana... Pada sisi paling barat pulau sebuah kapal uap (sekitar 4.000 ton)... terbalik dan hampir kering di pantai koral dengan punggungnya patah pada dua tempat. Pantai laguna di pulau Gardner terlihat cukup dalam dan cukup besar sehingga sebuah pesawat terbang laut atau bahkan pesawat amfibi dapat mendarat atau berangkat menuju berbagai arah dengan kesulitan yang kecil atau bahkan tanpa sama sekali. Dipercaya ada kemungkinan bahwa Earhart mendaratkan pesawatnya di laguna ini dan berenang ke pantai.[93] ”

Mereka juga menemukan bahwa besar dan bentuk pulau Gardner seperti digambar pada peta tidak akurat. Pencarian angkatan laut lainnya diarahkan ke utara, barat dan barat daya dari pulau Howland, berdasarkan kemungkinan Electra mendarat di samudera, mengapung atau penerbang sedang dalam rakit darurat.[94]

Usaha pencarian resmi dilakukan sampai tanggal 19 Juli 1937.[95] Dengan dana $4 juta, pencarian udara dan laut oleh angkatan laut dan penjaga pantai adalah pencarian paling mahal pada sejarah pada saat itu, tetapi teknik pencarian dan penyelamatan selama saat itu belum sempurna dan beberapa pencarian berdasarkan dugaan kekeliruan dan informasi yang kurang. Laporan resmi dari usaha pencarian dipengaruhi sikap hati-hati orang-orang tentang bagaimana peran mereka dalam mencari sang pahlawan Amerika Serikat, mungkin dilaporkan oleh pers.[96] Meski telah diusahakan pencarian luar biasa oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan penjaga pantai, tidak ada bukti fisik yang ditemukan dari Earhart, Noonan atau Electra 10E.[97]

Segera setelah berakhirnya pencarian resmi, George P. Putnam mendanai pencarian pribadi oleh otoritas setempat di pulau-pulau Pasifik dan perairan sekitarnya, berkonsentrasi di kepulauan Gilbert. Pada akhir bulan Juli tahun 1937, Putnam menyewa 2 kapal kecil sementara ia tetap berada di Amerika Serikat, mengatur pencarian Earhart di kepulauan Phoenix, pulau Christmas, pulau Fanning, kepulauan Gilbert dan kepulauan Marshall, namun tidak ada jejak Electra ataupun Earhart dan Noonan.[98]
Foto Amelia Earhart dan Fred Noonan, Mei 1937, Los Angeles, Amerika Serikat

Teori hilangnya Earhart

Selama beberapa dasawarsa sejak hilangnya Earhart telah banyak desas-desus dan legenda yang beredar (dan seringkali diterbitkan) tentang apa yang mungkin telah terjadi pada diri Earhart dan Noonan.

Teori jatuh dan tenggelam


Banyak peneliti yang percaya bahwa Electra kehabisan bahan bakar dan menyebabkan Earhart dan Noonan mendarat di atas air. Ahli navigasi dan teknisi aeronautika Elgen Long beserta istrinya Marie K. Long telah mencurahkan selama 35 tahun riset yang mendalam terhadap teori “jatuh dan tenggelam”, yang merupakan penjelasan yang saat ini paling diterima mengenai kehilangan tersebut.[99] Kolonel Angkatan Laut Amerika Serikat Laurance F. Safford, (purnawirawan, wafat), yang bertanggung jawab atas Pengarahan Strategis Jaring Pencarian Pasifik Tengah antarperang selama masa antar perang, dan atas penguraian pesan-pesan sandi rahasia Jepang PURPLE yang digunakan dalam penyerangan Pearl Harbor; mulai mengadakan analisa yang panjang mengenai penerbangan Earhart selama 1970-an, termasuk atas dokumentasi transmisi radio yang berbelit-belit tersebut. Ia sampai pada kesimpulan, yaitu "perencanaan yang buruk, eksekusi yang parah." [100] Laksamana Muda Angkatan Laut Amerika Serikat Richard R. Black (purnawirawan - wafat) yang merupakan penanggung-jawab administratif atas lapangan terbang di Howland Island dan hadir di ruang radio di Itasca, tahun 1982 menyatakan bahwa "Electra jatuh ke laut kira-kira jam 10 pagi, tanggal 2 Juli 1937 tidak jauh dari Howland".[100] Ahli sejarah penerbangan Britania Raya Roy Nesbit, menyimpulkan bahwa pesawat Electra milik Earhart tersebut tidaklah diisi bahan bakar secara penuh di Lae.[101] William L. Polhemous, ahli navigasi pada penerbangan Ann Pellegreno pada tahun 1967 yang mengikuti jalur penerbangan orisinil Earhart dan Noonan, mempelajari tabel navigasi tanggal 2 Juli 1937 dan berpikir bahwa Noonan mungkin saja telah salah menghitung "pendekatan satu jalur" yang ditujukan untuk "mengenai" Howland.[102]

David Jourdain, mantan kolonel kapal selam Angkatan Laut dan teknisi kelautan dengan spesialisasi pada penemuan laut dalam, telah mengklaim bahwa semua transmisi yang dihubungkan dengan pulau Gardner adalah palsu. Melalui perusahaannya Nauticos, ia melakukan pencarian ekstensif pada 1.200 kuadran di utara dan barat pulau Howland dalam dua ekspedisi laut dalam senilai $4,5 juta (2002, 2006), dan tidak menemukan apa-apa. Lokasi-lokasi pencariannya berasal dari garis posisi (157-337) yang disiarkan oleh Earhart pada 2 Juli 1937.[75] berbagai interpretasi Elgen Long telah membuat Jourdain menyimpulkan bahwa "Analisa atas semua data yang kita miliki – analisa bahan bakar, panggilan radio, dan lain-lain – memperlihatkan pada saya bahwa ia (Earhart) telah jatuh di perairan di sekitar Howland".[75] Anak tiri Earhart, George Palmer Putnam Jr., tercatat mengatakan bahwa ia percaya bahwa "pesawat itu mengalami kehabisan bahan bakar."[103] Thomas Crouch, Kurator Senior dari Museum Dirgantara Nasional Amerika Serikat pernah menyatakan bahwa Elektra milik Earhart/Noonan "jatuh dari ketinggian 18.000 kaki" yang mungkin menghasilkan sebaran artefak yang dapat menandingi penemuan-penemuan Titanic, seraya menambahkan "...misteri ini adalah bagian dari apa yang membuat kita terus tertarik. Dalam hal ini, kita terus mengingatnya (Earhart), karena ia adalah orang hilang favorit kita."[75]
[sunting] Hipotesis pulau Gardner

Segera setelah hilangnya Earhart dan Noonan, angkatan laut Amerika Serikat, Paul Mantz dan ibu dari Earhart (yang meyakinkan Putnam untuk melaksanakan pencarian di kepulauan Gardner)[104] semuanya mengungkapkan kepercayaan mereka bahwa penerbangan Earhart berakhir di kepulauan Phoenix (sekarang bagian dari Kiribati), sekitar 550 kilometer tenggara dari pulau Howland.

Hipotesis pulau Gardner dikatakan sebagai "penjelasan yang paling diterima" untuk teori hilangnya Earhart.[105] "Grup Internasional Penyelamatan Pesawat Historis" (TIGHAR) memberi kesan bahwa Earhart dan Noonan mungkin terbang tanpa transmisi radio lebih lanjut[106] untuk dua setengah jam sepanjang garis posisi yang dicatat Earhart dalam transmisi terakhirnya yang diterima di Howland, tiba di pulau Gardner yang kala itu tidak berpenghuni (sekarang Nikumaroro) yang berada di kepulauan Phoenix, mendarat di dataran karang luas dekat bangkai kapal barang besar dan tewas.

Penelitian TIGHAR menghasilkan rangkaian bukti arkeologis dan anekdotis yang dapat mendukung hipotesis ini.[107][108] Contohnya, pada tahun 1940, Gerald Gallagher, seorang kolonel Britania Raya yang memiliki lisensi pilot mengirim pesan untuk memberi tahu bahwa ia menemukan sebuah kerangka, bersama dengan kotak tua dibawah pohon di sisi tengara pulau. Ia diperintahkan untuk mengirim jasad ini ke Fiji dan pada tahun 1941, dilakukan pengukuran detail tulang tersebut dan hasilnya adalah tulang tersebut berasal dari laki-laki pendek gemuk. Pada tahun 1998, sebuah analisis dari data pengukuran oleh ahli antropologi menyatakan kerangka ini berasal dari wanita asal "Eropa utara yang tinggi dan berwarna putih." Kerangka tersebut sudah lama hilang di Fiji.

Artifak ditemukan oleh TIGHAR di Nikumaroro dan termasuk peralatan seadanya, sehelai papan alumunium (mungkin dari pesawat Electra), sebuah keping pleksiglas yang dipotong secara aneh yang tebal dan bentuknya sama dengan sebuah jendela Electra, dan sebuah hak sepatu Cat's Paw ukuran 9 dari tahun 1930-an yang mirip sepatu Earhart pada foto penerbangan dunia.[109] Meskipun bukti ini tidak langsung, anak tiri Earhart yang masih hidup, George Putnam Jr., mengungkapkan antusiasmenya terhadap penelitian TIGHAR.[110]

Tim ekspedisi TIGHAR yang beranggotakan 15 orang, mengunjungi Nikumaroro dari tanggal 21 Juli sampai 2 Agustus 2007, mencari artifak pesawat terbang dan DNA. Pada grup tersebut terdapat insinyur, ahli ilmu lingkungan, pengelola tanah, ahli ilmu kepurbakalaan, perancang kapal layar, tim dokter dan perekam video.[111] Mereka melaporkan telah menemukan bebrapa benda yang masih belum diketahui asalnya dari mana, termasuk penunjuk arah yang mungkin berasal dari pesawat Earhart dan ritsleting yang mungkin berasal dari pakaian terbangnya.[112]

Legenda, cerita dan klaim tanpa dukungan

Hilangnya Amelia Earhart masih menjadi misteri dan menarik perhatian banyak orang dari klaim lainnya atas penerbangan terakhirnya. Beberapa teori konsprasi telah diketahui dalam budaya populer.

Mata-mata untuk FDR

Sejumlah foto yang konon adalah foto-foto Earhart di tempat penahanannya telah diidentifikasikan sebagai foto-foto yang diambil sebelum penerbangannya yang terakhir. Sebuah film fiktif masa Perang Dunia II yang bernama Flight for Freedom yang dibintangi oleh Rosalind Russell dan Fred MacMurray seringkali disebut sebagai sumber yang paling mungkin bagi sebuah mitos populer bahwa Earhart adalah seorang mata-mata yang ketika itu memata-matai Jepang di kepulauan Pasifik atas permintaan pemerintahan Franklin Roosevelt.[113]. Pada tahun 1949 baik United Press dan intelijen Amerika Serikat menganggap rumor ini adalah isapan jempol. Sejumlah peneliti mencatat kemungkinan bahwa untuk tujuan-tujuan propaganda di masa perang, pemerintah AS mungkin diam-diam telah menggalakkan (atau bersikap tidak peduli) terhadap desas-desus palsu bahwa Earhart telah ditangkap oleh Jepang.[114]

Klaim Saipan

Pada tahun 1966, koresponden CBS Fred Goerner mempublikasi sebuah buku yang mengklaim Earhart dan Noonan ditangkap dan dieksekusi ketika pesawat mereka jatuh di pulau Saipan di kepulauan Mariana Utara yang pada saat itu diduduki oleh Jepang. [115][116][117]

Thomas E. Devine menulis Saksi mata: Insiden Amelia Earhart dan termasuk sebuah surat dari anak perempuan polisi Jepang yang mengklaim ayahnya bertanggung jawab atas eksekusi Earhart. Mantan marinir Amerika Serikat, Robert Wallack mengklaim bahwa ia dan tentara lainnya membuka sebuah lemari besi di Saipan dan menemukan informasi tentang Earhart. Mantan marinir Amerika Serikat Earskin J. Nabers mengklaim bahwa ketika menjadi operator nirkabel di Saipan tahun 1944, ia membaca sandi pesan dari angkatan laut dan berisi tentang pesawat Earhart dan ditemukan di lapangan udara Aslito, dan ia nantinya diperintahkan untuk menjaga pesawat dan lalu melihat hancurnya pesawat itu. [118] Pada tahun 1990, dalam sebuah serial televisi NBC-TV, Unsolved Mysteries menyiarkan tentang wawancara dengan wanita Saipan yang mengklaim melihat eksekusi Earhart dan Noonan oleh tentara Jepang, namun tak ada bukti bahwa hal ini benar-benar terjadi.[119] Foto Earhart selama ia ditangkap telah diidentifikasi baik sebagai kecurangan atau diambil sebelum penerbangan terakhirnya.[120]

Sebuah penggalian arkeologis di Tinian pada 2004 gagal menemukan tulang-belulang pada sebuah lokasi yang sejak berakhirnya Perang Dunia II didesas-desuskan sebagai kuburan penerbang ini.[121]

Rumor Tokyo Rose

Sebuah desas-desus yang lain mengatakan bahwa Earhart telah dipaksa membuat siaran propaganda radio seperti yang dialami oleh banyak perempuan yang dikenal sebagai Tokyo Rose. Menurut sejumlah biografi Earhart, George Putnam menginvestigasi desas-desus ini secara pribadi, namun setelah mendengarkan banyak rekaman-rekaman dari sejumlah orang yang disebut Tokyo Rose, ia tidak mampu mengenali suara Earhart di antaranya.

Rabaul

David Billings, seorang pembuat pesawat Australia, menegaskan sebuah peta dan memberi kesan tempat jatuhnya pesawat Earhart berada 40 mil barat daya dari Rabaul. Billings mengspekulasikan Earhart berputar kembali dari Howland dan mencoba untuk mencapai Rabaul untuk mengisi bahan bakar. Pencarian di lapangan tidak berhasil.[122]

Menyamar sebagai identitas lain

Amelia Earhart diduga selamat pada saat penerbangan keliling dunia tahun 1937, dapat kembali ke Amerika Serikat dan menjalani hidupnya diam-diam sebagai Irene Craigmile Bolam.

Pada bulan November tahun 2006, National Geographic Channel menyiarkan episode dua dari serial televisi Undiscovered History tentang klaim bahwa Earhart selamat dari penerbangan dunia, kembali ke Amerika Serikat, pindah ke New Jersey dan di sana ia mengganti namanya dan menjalani hidupnya diam-diam sebagai Irene Craigmile Bolam. Klaim ini pada awalnya diangkat oleh buku Amelia Earhart Lives (1970) yang ditulis oleh Joe Klaas. Irene Craigmile Bolam yang menjadi bankir di New York selama tahun 1940an, menolak pernyataan bahwa ia adalah Earhart dan melakukan penuntutan perkara, meminta $1.5 juta dan membuat sebuah pernyataan tertulis yang sah dan ia menyangkal klaim tersebut. Penerbit buku Amelia Earhart Lives, McGraw-Hill, menarik buku dari pasar segera setelah dirilisnya dan pengadilan mengindikasi bahwa mereka melakukan penyelesaian dengan Irene Craigmile Bolam diluar pengadilan.[123] Sesudah itu, sejarah kehidupan personal Bolam didokumentasi oleh peneliti, menghilangkan kemungkinan ia adalah Earhart. Kevin Richland, seorang ahli forensik kriminal disewa oleh National Geographic, mempelajari foto Earhart dan Bolam dan menyatakan beberapa perbedaan antara Earhart dan Bolam.[124]

Diculik BETA

Beberapa orang menyalahkan Benda Terbang Aneh (BETA) sebagai penyebab hilangnya Amelia Earhart. Tidak ada bukti yang mendukung pendapat-pendapat ini, yang kesemuanya telah ditolak oleh para sejarawan yang serius.

Peninggalan

Amelia Earhart diketahui sebagai selebritis selama kehidupannya. Ratusan artikel dan beberapa buku ditulis tentang kehidupannya. Earhart umumnya dianggap sebagai wajah pejuang hak-hak wanita.[125]
[sunting] Rekor dan pencapaian

* Rekor dunia untuk ketinggian penerbangan wanita: 14.000 kaki (1928)
* Wanita pertama yang terbang menyeberangi samudera Atlantik (1930)
* Rekor kecepatan 100 km (1931)
* Wanita pertama yang menerbangkan otogiro (1931)
* Rekor ketinggian untuk otogiro: 15.000 kaki (1931)
* Orang pertama yang menyeberangi Amerika Serikat dengan otogiro (1932)
* Wanita pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudera Atlantik (1932)
* Orang pertama yang terbang menyeberangi samudera Atlantik dua kali (1932)
* Wanita pertama yang menerima Distinguished Flying Cross (1932)
* Wanita pertama yang terbang tanpa berhenti dari pantai ke pantai di Amerika Serikat (1933)
* Rekor kecepatan trans-benua wanita (1933)
* Orang pertama yang terbang sendiri menyeberangi samudera Pasifik sendiri antara Honolulu, Hawaii dan Oakland, California (1935)
* Orang pertama yang terbang dari Los Angeles, California ke Kota Meksiko, Meksiko (1935)
* Orang pertama yang terbang sendiri tanpa berhenti dari Kota Meksiko, Meksiko ke Newark, New Jersey (1935)
* Rekor kecepatan untuk penerbangan dari Oakland, California ke Honolulu, Hawaii (1937) [126]
Reta Riayu DiCaprio

Sejarah Rusia diawali dengan perpindahan bangsa-bangsa Skandinavia yang dikenal sebagai bangsa Varangia yang dipimpin oleh tokoh semilegendaris Rurik yang menyeberangi Laut Baltik serta pada tahun 862 M memasuki kota Novgorod dan memerintah di sana. Pada tahun 882 ia menguasai Kiev, kota Slavia yang berkembang menjadi pusat perdagangan antara Skandinavia dan Konstantinopel. Pada tahun 989 Vladimir I meluaskan wilayahnya hingga Kaukasus dan Laut Hitam serta mengambil ajaran Gereja Ortodoks Yunani. Kerajaan Kiev Rusia berakhir setelah serangan Mongol pada tahun 1237 oleh Batu Khan, cucu Genghis Khan.

Selanjutnya bangsa Mongol dikalahkan oleh Dimitri Donskoy pada tahun 1380 dengan kemenangan di Kulikovo. Kemudian daerah-daerah yang tercerai berai disatukan kembali oleh Ivan IV; ia menaklukan Kazan (1552), Astrakhan (1516) serta menguasai Siberia. Pemerintahan dilanjutkan oleh penerusnya sampai wangsa Romanov naik tahta yang diawali dengan diangkatnya oleh Michael Romanov sebagai Tsar (1613). Dinasti Romanov berkuasa selama 304 tahun hingga tahun 1917 dengan Tsar Nikolai II sebagai tsar terakhir. Pada bulan Februari 1917 dibentuk Pemerintahan Sementara di bawah Pangeran Lyvov dan Alexander Kerensky sampai 25 Oktober 1917, saat pemerintahan tersebut digantikan Pemerintahan Revolusi Bolshevik oleh Vladimir Ilyich Lenin.

Pada periode selanjutnya, pemerintahan dilanjutkan secara diktator oleh Josef Stalin (1922) yang mewujudkan Uni Soviet (Soviet berarti Dewan) dengan bergabungnya negara-negara di sekitar Rusia. Pemerintahan Uni Soviet berakhir setelah pada tanggal 25 Desember 1991 Presiden Mikhail Gorbachev mengundurkan diri serta berkibarnya bendera tiga warna Rusia di Kremlin.
[sunting] Geografi

Wilayah Rusia berada pada benua Eropa, khususnya Eropa Timur serta benua Asia di mana Pegunungan Ural menjadi batas antara kedua benua. Wilayah paling luas adalah Siberia yang umumnya beriklim tundra. Karena letaknya di belahan bumi yang paling utara, maka wilayah perairan Rusia umumnya tertutupi es dengan beberapa laut yang bebas es yakni Laut Barents, Laut Putih, Laut Kara, Laut Laptev dan Laut Siberia Timur yang merupakan bagian dari Arktik atau kutub utara, serta Laut Bering, Laut Okhotsk dan Laut Jepang yang merupakan bagian dari Samudra Pasifik. Iklim di kawasan Rusia adalah Tundra, yang sangat dingin.

Rusia memiliki beberapa pulau, antara lain Novaya Zemlya, daratan Franz-Josef, kepulauan Siberia Baru, pulau Wrangel di Samudra Arktik, Kepulauan Kuril dan Sakhalin (yang masih dipersengketakan dengan Jepang). Rusia memiliki beberapa sungai, di antaranya Sungai Dnephr (perbatasan degan Ukraina) dan Sungai Volga. Selain itu terdapat Laut Kaspia serta Laut Hitam yang berbatasan dengan Turki. Melalui Selat Bosphorus dan Selat Dardanela, kapal-kapal Rusia dari Laut Hitam dapat berlayar menuju Laut Tengah dan Terusan Suez.
[sunting] Politik dan pemerintahan
Jalan masuk menuju Senat Kremlin, bagian dari Kremlin dan kediaman resmi presiden Rusia

Sampai tahun 1917 Rusia merupakan kerajaan/kekaisaran dengan seorang tsar sebagai kepala negara. Selama masih kerupakan kekaisaran, terutama pada masa Dinasti Romanov, Rusia mengalami persinggungan politik dengan negara-negara Eropa, di antaranya konflik dengan pemerintahan Perancis pimpinan Napoleon Bonaparte, Krisis Balkan karena menginginkan pelabuhan yang bebas dari es di Eropa yang dinamakan Politik Air Hangat, Penyatuan Pan Slavia serta sering mengalami pertempuran dengan Turki Usmani (Ottoman) Turki dalam memperebutkan wilayah Kaukasus dan Austria-Hungaria dalam Perang Dunia I. Akibat politik ini pula terjadi pertempuran dengan Jepang dan intervensi terhadap Tiongkok. Masa selanjutnya, politik Rusia dilebur dengan kepentingan Uni Soviet yang mengambil sikap independen bahkan menentang ketika terjadi penggulingan kekuasaan Mikhail Gorbachev oleh Gennady Yanayev menjelang keruntuhan Uni Soviet yang diprakarsai Presiden Boris Yeltsin.

Pemerintahan dipegang oleh presiden yang berpusat di Kremlin serta perdana menteri yang bertanggung jawab terhaadap parlemen namun dengan peranan yang terbatas dibandingkan dengan Presiden. Sejak pembangkangan Wakil Presiden Aleksander Ruskoi dan ketua parlemen asal Chechnya, Ruslan Khasbulatov, lembaga wakil presiden dihapus.
Gedung Putih Rusia, istana Pemerintahan Rusia

Parlemen memiliki dua kamar, yakni Majelis Federal (Федеральное Собрание; Federalnoye Sobraniye) yang merupakan majelis tinggi dan majelis rendah yang dikenal dengan Duma.

Karena Rusia merupakan negara federal yang memiliki berbagai macam etnis, setelah keruntuhan Uni Soviet, Rusia mengalami masalah separatisme. Ada beberapa kelompok etnis yang ingin memisahkan diri dan mengakibatkan krisis berlarut-larut, seperti di Chechnya dan Ingushetia.

Rusia juga terancam atas perluasan NATO ke wilayah Eropa Timur. Kekhawatiran atas pemilihan di Ukraina, kerjasamanya dengan Belarus, ditambah degan tradisi di Rusia yang dianggap cocok dengan budaya sentralisasi, demokratisasi malah membuat harga diri Rusia merosot di mata dunia dan menimbulkan berbagai macam gejolak dan krisis berkepanjangan.

Pemerintahan Rusia dapat dibagi menjadi:

* Masa Tsar atau Kekaisaran
* Masa Uni Soviet
* Masa Kepresidenan Rusia
Reta Riayu DiCaprio

Riwayat Hidup

Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu Ali Husain bin Abdullah bin Hasan bin Ali bin Sina yang bergelar "asy-Syaikhur Ra'iis" (pemimpin para syekh). Ia dilahirkan pada tahun 370 H atau bertepatan dengan tahun 980 M, yaitu di sebuah desa kecil benama Afsyanah, tidak jauh dari kota Bukhara yang berada dalam wilayah Republik Uzbekistan, bekas jajahan Uni Soviet, dan terletak di sisi barat kota Samarkand.
Ayah beliau sendiri berasal dari kota Balkh, sebelah selatan kota samarkand. Ayahnya baru pindah ke kota Bukhara pada masa pemerintahan Gubernur Saman yang bernama Nuh II bin Manshur karena dipindahtugaskan. lalu, ia menetap di desa Afsyanah hingga mempersunting seorang gadis.
Setelah Ibnu Sina lahir, keluarga kecil itu pindah lagi ke kota Bukhara, yaitu sebuah kota di mana Ibnu Sina pertama kali menimba ilmunya berupa ilmu-ilmu tentang Al-Qur'an dan sastra.
Ketika mencapai usia sepuluh tahun, ia telah berhasil menguasai pelajaran Al-Qur'annya dengan baik, dan mampu menghafal banyak bait-bait syair. Setelah itu, ia mulai belajar ilmu logika dengan Abu Abdullah an-Na'ili. Setelah selesai belajar ilmu tersebut, Ibnu Sina mulai belajar tentang ilmu matematika dan arsitektur.

Ibnu Sina menjadi seorang dokter

Setelah menyelesaikan pelajaran dengan gurunya, an-Na'ili, Ibnu Sina berhasrat untuk belajar ilmu kedokteran. Ia tidak menemukan kesulitan sedikit pun keika mempelajarinya. Bahkan, ia mampu menguasainya dalam waktu yang sangat singkat. Disebutkan juga bahwa Ibnu Sina sudah memulai praktiknya menyembuhkan orang sakit pada umur enam belas tahun.
Namun, kecerdasannya tersebut tidak lantas membuatnya merasa cukup untuk tidak terus belajar dan membaca. Bahkan,ia terus mengulang pelajarannya tentang ilmu logika, filsafat, dan matematika. Ia juga menambah bacaannya dengan membaca buku metafisikakarangan Aristoteles.
Ibnu Sina pernah berkata bahwa ia telah membaca buku Aristoteles tersebut sebanyak empat puluh kali. Bahkan, ia telah mampu menghafalnya, meski belum terlalu memahaminya, hingga ia membeli secara kebetulan sebyah buku yang ditulis oleh Abu Nashr al-Farabi, yang menjelaskan secara detail tentang kandungan isi buku Aristoteles tersebut.
Setelah Ibnu Sina membaca buku al-Farabi, ia baru mulai memahami kandungan isi buku Aristoteles dengan baik.

Penguasaan Pelajaran

Ketika Ibnu Sina menginjak umur tujuh belas tahun, Gubernur Saman Nuh II bin Manshur mengidap sebuah penyakit yang tidak mampu disembuhkan oleh banyak dokter. Kebetulan pada waktu iu juga kebesaran nama Ibnu Sina telah tersebar di kalangan para dokter. Mereka pun akhirnya merekomendasikan Ibnu Sina kepada gubernur untuk menyembuhkan penyakitnya itu. Setelah diundang, Ibnu Sina datang dan ikut bergabung bersama tim dokter gubernur lainnya.
Praktik penyembuhannya kali ini membuka pintu peluang yang sangat banyak untuk masa depannya. Ia meminta izin gubernur untuk dibolehkan masuk ke ruang perpustakaan, dan membaca-baca koleksi buku gubernur. Ia pun diberikan izin oleh gubernur.
Ibnu Sina pernah menggambarkan besarnya perpustakaan gubernur tersebut, seperti rumah yang memiliki banyak ruangan, di mana setiap ruangannya memiliki rak-rak buku yang saling tersambung. Ada ruangan khusus untuk koleksi buku-buku sastra, ruangan lainnya untuk buku-buku fiqih, dan masih banyak lagi.

Sakit dan Wafatnya


Ibnu Sina pada masa-masa akhir hidupnya terserang penyakit kolera. Kemudian karena ia merasa ingin cepat sembuh, ia pun banyak mengonsumsi obat, bahkan terkesan berlebihan. Hal inilah yang di kemudian hari menyebabkan adanya kerusakan di lambungnya. Karena itu, ia pun harus menyembuhkan penyakit kolera yang sudah lama dideritanya, dan ditambah lagi dengan luka di lambungnya. Selanjutnya, keadaan Ibnu Sina malah semakin bertambah parah.
Kemudian, ketika Ibnu Sina Kakawih hendak pergi ke daerah Hamadzan, Ibnu Sina ikut serta menemaninya, hingga penyakitnya kambuh lagi. Kali ini penyakitnya bertambah parah sampai ia tiba di Hamadzan. Setibanya di daerah tersebut, Ibnu Sina merasa bahwa sistem kekebalan tubuhnya sudah tidak mampu lagi melawan penyakit yang dideritanya. Karena itulah, ia pun merasa enggan untuk memberikan pengobatan untuk dirinya sendiri. Akhirnya, penyakitnya semakin bertambah para, dan keadaan tersebut berlangsung selama beberapa hari hingga ajal menjemputnya pada umur 57 tahun, yaitu pada tahun 428 H/1037 M.